Kamis, 18 Oktober 2018

RPL Bimbingan Kelompok SMP



Sekolah Menengah Pertama Negeri __ Surabaya
Jl. jalan saja , Surabaya
Telp. 031 234567
Email : smpn--@yahoo.co.id

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER 2 (GENAP) TAHUN PELAJARAN 2017/2018
A.     
Komponen layanan
Layanan Bimbingan Kelompok
B.      
Bidang Layanan
Pribadi
C.      
Fungsi Layanan
Pencegahan
D.     
Masalah
Konsep diri yang rendah
E.      
Diskripsi Masalah
Konselor melakukan kegiatan bimbingan kelompok dengan dasar bahwa siswa-siswa kelas VIII mengalami konsep diri rendah, didukung dengan hasil pre-test dan hasil observasi di sekolah
F.       
Strategi/Pendekatan
Bimbingan Kelompok Teknik Homeroom
G.     
Tujuan  Umum
Konselor membantu klien untuk meningkatkan konsep diri
H.     
Tujuan Khusus
1.      Konselor memberikan pemahaman mengenai konsep diri
2.      Konselor membantu klien untuk meningkatkan konsep dirinya
I.        
Sasaran
Siswa Kelas VIII E (SPND, SBEP, VPS, SIBP, SPM, YS, RA)
J.        
Materi
Rasionalisasi teknik homeroom, Hakikat konsep diri
K.     
Tempat
Ruang konseling SMP Negeri 13 Surabaya
L.      
Waktu
35 Menit
M.    
Langkah – Langkah
1.      Tahap Pembentukan
Konselor memberikan salam, do’a, pengenalan setiap anggota, Pengenalan bimbingan kelompok, Tujuan
adanya bimbingan kelompok, asas bimbingan kelompok
2.      Tahap Peralihan
Menanyakan kesiapan anggota, memberikan contoh topik yang akan dibahas
3.      Tahap Kegiatan
Pengenalan dan penjelasan mengenai teknik homeroom, pemberian materi  mengenai pengertian konsep diri, faktor- faktor dan penyebab konsep diri rendah.
4.      Tahap Pengakhiran
Kesimpulan kegiatan, do’a dan kesepakatan untuk pertemuan selanjutnya.


Surabaya,  21 Maret 2018
Guru BK/Konselor



Indah Tri Lestari, S. Pd











                                                      

Materi Bimbingan Kelompok Teknik homeroom
Hakikat Konsep Diri
Dalam melakukan pemahaman diri, tidak terlepas dari konsep diri. Konsep diri adalah bagaimana  kita memandang diri kita sendiri , biasanya hal ini kita lakukan dengan pertolongan karakteristik sifat pribadi, karekteristik sifat sosial dan peran sosial.
Karakteristik sifat pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki , paling tidak dalam persepsi mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini bersifat fisik (laki-laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, dungu , terpelajar, dan sebagainya).
Karakteristik sifat social dan peran social meliputi kecakapan kita dalam berinteraksi dan memelihara hubungan social (orang lain). Misalnya kecakapan berkomunikasi , problem solving kepemimpinkan sertifikasi dan sebagainya.
Konsep diri memiliki tiga dimensi, yaitu :
1.  Pengetahuan tentang diri anda, adalah informasi yang anda miliki tentang diri anda .misalkan jenis kelamin, penampilan, dan sebagainya. Semakin banyak tau tentang deskripsi diri, maka akan semakin baik.
2.  Pengharapan bagi anda andalah gagasan anda tentang kemungkinan menjadi apa kelak. Hal ini disebut juga dengan istilah “Diri Ideal”.diri idela setiap orang berbeda. Misalnya ada orang yang berharap menjadi politikus adil, pengusaha yang dermawan,pedagang yang jujur dan sebagainya.
3.  Penilaian terhadap diri anda, adalah pengukuran anda tentang keadaan anda dibandingkan dengan apa yang menurut anda dapat dan seharusnya terjadi pada diri anda. Hasil pengukuran tersebut adalah rasa harga diri. Semakin lebar ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan diri maka semakin rendah rasa harga dirinya.

Pendalaman Karakter 1
Isilah format berikut ini dengan lengkap :
IDENTITAS DIRI
1.   Nama :                                                                                                                        
2.    Tanggal Lahir :                                                                                                          
3.    Alamat Tempat Tinggal                                                                                           
4.    Nama Ayah :                                                                                            
5.    Nama Ibu :                                                                                              
 6.    Pendidikan Terakhir Ibu :                                                                                           
7.    Jumlah Saudara :                                                                                              
8.    RiwayatPendidikan:     SD          :                                                                                 
                                            SLTP       :                                                                                 
9.    Penyakit yang pernah diderita          :                                                                            
10. Keterangan : (Diisi data pribadi kalian yang penting, namun belum tertulis disini) :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Pendalaman Karakter 2
Isilah format berikut sesuai dengan keadaan diri Anda yang sebenarnya!
KELEBIHAN/KEKUATAN DAN KEKURANGAN/KELEMAHAN

1.       Kelebihan/Kekuatan
a.       Aspek akademik(cukup 3 yang terpenting) ............................................................................
b.      Aspek non akademik (cukup 3 yang terpenting) ......................................................................
2.       Kekurangan/Kelemahan
a.       Aspek akademik (cukup 3 yang terpenting) ...........................................................................
b.      Aspek non akademik (cukup 3 yang terpenting) ......................................................................
Kecakapan sosial yang saya miliki .................................................................................................
BAKAT SAYA         : .....................................................................................................................
MINAT SAYA         : .....................................................................................................................
Mental saya akan turun bila ada masalah ................................................ (pribadi, sosial, belajar, karir, keluarga, keberagamaan)
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
Bila saya ada masalah, hal yang biasa saya lakukan .........................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
Orang yang sangat mempengaruhi kehidupan saya adalah ...............................................................
Karena ...................................................................................................................................
.........................................................................


Jumat, 22 Juli 2016

IndahTri's Artikel

MEMBANGUN KONSEP DIRI YANG POSITIF BAGI REMAJA DALAM MENGATASI KEHAMPAAN HIDUP

Indah Tri Lestari
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan prodi Bimbingan dan Konseling
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya
ABSTRAK
Usia remaja kerap kali dijadikan bahan perbincangan. Bagi orang tua maupun dewasa. Karena pada saat usia ini anak cenderung ingin bermain-main dan tidak mau mengkuti aturan yang berlaku. Beberapa orang tua menyebut remaja adalah anak yang susah diatur dan sering melanggar tata tertib. Sebagian orang juga memandang anak remaja adalah awal dari proses menuju dewasa, karena itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang dirasa mampu untuk mengarahkan pola pikir dan perilaku anak remaja. 
Anak remaja rentan sekali terhadap hal-hal yang negatif dan perilaku yang menyimpang dikarenakan pemikiran dan konsep diri yang kurang dikuasainya. Pemikiran yang negatif tentang sesuatu akan mempengaruhi konsep diri yang dibentuk. Beberapa remaja mengalami konsep diri yang negatif yang mengarah pada perilaku yang menarik diri, dan menghindar dari sosialisasi. Hal ini akan menimbulkan kehampaan dalam hidupnya.
Kehampaan dalam hidup adalah ketika tidak ada Tuhan dalam diri kita. Pemikiran seperti ini sering dilakukan oleh remaja. Sebenarnya kita lah yang kurang beribadah kepada-Nya. Mendekatkan diri kepada sang pencipta adalah salah satu upaya untuk mengatasi kehampaan yang terjadi dalam hidup.



                                                             ISI
Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa yang ia ketahui dan rasakan tentang perilaku, pikiran dan perasaannya serta bagaimana perilakunya tersebut berpengaruh pada orang lain. Konsep diri terbentuk melalui proses belajar dari kecil hingga dewasa, lingkungan, pola asuh dan pengalaman memberi pengaruh terhadap konsep diri seseorang. Konsep diri juga terbentuk seiring bertambahnya usia, dimana perbedaan ini lebih banyak berhubungan dengan tugas-tugas perkembangan.
Pada masa kanak-kanak, konsep diri seseorang menyangkut hal-hal disekitar. Pada masa remaja, konsep diri sangat dipengaruhi oleh teman sebaya dan orang yang dipujanya. Sedangkan remaja yang kematangannya terambat, yang diperlkukan seperti anak-anak, merasa tidak dipahami sehingga berperilaku kurang dapat menyesuaikan diri. Sedangkan masa dewasa konsep dirinya sangat dipengaruhi oleh status sosial dan pekerjaan. Pada usia tua, konsep dirinya lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan fisik, perubahan mental maupun sosial.
Pada usia remaja anak cenderung mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi serta perilakunya. Sebagian besar anak remaja sering terhambat dalam menyelesaikan permasalahannya karena pemikiran dan emosinya kurang stabil. Terkadang banyak juga remaja yang mengalami kehampaan dalam hidupnya. Kondisi ini dimana anak sudah tidak bisa berpikir secara rasional, seakan-akan ia orang yang paling tidak berharga dimuka bumi. Kasus semacam ini terjadi ketika anak tidak bisa menerima keadaan diri sepenuhnya. Remaja ini belum memahami konsep diri sepenuhnya.
Konsep diri yang negatif ditentukan dari pemikiran negatif seseorang tentang sesuatu. Menurut Elfiky (2010) banyak yang mendorong terjadinya konsep diri negatif antara lain : 1). Berpikir positif untuk menguatkan cara pandang, 2). Berpikir positif karena pengaruh orang lain, 3). Berpikir positif karena moment tertentu, 4). Berpikir positif saat menghadapi kesulitan, 5). Selalu berpikir positif
Berdasarkan uraian diatas, kegagalan remaja dalam mengembangakan konsep diri secara positif sangat berdampak buruk bagi proses interaksinya dengan orang lain. Adapun dampak-dampak yang ditimbulkan seperti pemalu, menarik diri, pesimis, susah bersosialisasi, takut menghadapi orang baru, merasa rendah diri, merasa dikucilkan dan juga dapat berdampak parah seperti skizofernia. Skizofernia menurut Sarwono (2012) adalah cara berpikir yang tidak mampu, tidak logis, tidak mampu melihat kenyataan dengan benar dan timbulah waham atau halusinasi.
Menurut Rumini dan Sundari (2004) penyesuaian diri yang salah terdiri atas tiga bentuk, yaitu reaksi bertahan diri, reaksi menyerang, reaksi melarikan diri. Reaksi bertahan diri, adalah suatu usaha bahwa dirinya tidak mengalami kegagalan meskipun sebenarnya mengalami kegagalan atau kekecewaan. Reaksi menyerang, adalah suatu usaha untuk menutupi kegagalan atau tidak mau menyadari kegagalan dengan tingkah laku yang bersifat menyerang. Reaksi melarikan diri, adalah usaha melarikan diri dari situasi yang menimbulkan kegagalan, reaksi itu menampak dalam bentuk mereaksikan keinginan yang tidak dicapai.
Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa jalan alternatif agar para remaja tidak menjadi orang yang gagal dalam membangun konsep dirinya, antara lain :
1.      Beriman,memohon bantuan, tawakal pada Allah
Pada dasarnya manusia menciptakan makhluk dan seisinya semata-mata hanya untuk menyembah kepada-Nya. Segala amarah, kecewa, sedih dan rasa dengki yang menyelimuti hati akan sirna jika kita kembali kepada-Nya. Percaya bahwa Dia lah Tuhan yang patut untuk disembah dan dimintai pertolongan. Oleh karena itu remaja yang mempunyai emosi naik turun sebaiknya menyerahkan segala sesuatu hanya pada Allah dan berusaha mengikhaskannya.
2.      Menjaga nilai-nilai luhur
Senantiasa menjaga budaya dan adat istiadat yang ada di lingkungan sekitar akan membangun konsep diri yang positif dalam jiwa. Tidak membiarkan budaya tradisional luntur oleh zaman juga memberi dampak positif khususnya bagi remaja. Menjaga budaya sama dengan menjaga tali silaturahmi antar manusia, hal ini akan menambah kepercayaan diri para remaja untuk lebih mdah bersosialisasi dengan orang lain.
3.      Cara pandang kedepan jelas
Rencana jangka panjang dan jangka pendek yang jelas merupakan pondasi untuk terbentuknya konsep diri yang positif dan juga matang. Pola pikir seperti ini sangat penting bagi remaja awal yang bingung dengan tujuan hidupnya. Agar remaja juga tidak terpuruk pada hal itu-itu saja.
4.      Mencari jalan keluar dari berbagai masalah
Semua persoalan mempunyai jalan keluar. Tuhan memberi satu masalah dan memberi dua jalan keluar. Remaja memang sulit mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Namun jika remaja yang mempunyai konsep diri positif yang ingin memecahkan masalahnya tentu ia akan meminta bantuan orang lain. Akan tetapi berbeda dengan remaja yang kurang menguasai konsep diri positif ia cenderung akan murung dan mengurung diri ditempat yang menurutnya nyaman. Ini akan menghambat interaksinya dengan orang lain.
5.      Belajar dari kesulitan
Kegagalan yang pernah dialami dapat memberi kesan yang baik jika remaja dapat membuat kegagalan menjadi pelajaran yang berharga. Tidak menyalahkan keadaan, akan tetapi mengambil makna dari permasalahan tersebut.
6.      Bergaul dan suka membantu orang lain
Beinteraksi dengan orang banyak membantu permasalahan dalam hidup dan menambah pengalaman bagi setiap manusia.
            Remaja dengan kehampaan hidup hingga berlarut-larut sekian lamanya, akan merugikan dirinya sendiri dan juga orang disekitarnya. Disamping ia tidak dapat lagi bersosialisasi ia akan menjadi pribadi yang introvert yang dihindari oleh banya orang. Dari permasalahan yang dialami ia hanya membutuhkan ketenangan jiwa untuk penyelesaian dari segala masalahnya.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meraih ketenangan jiwa menurut Rizal (2010) dalam blognya:
1. Membaca dan mendengarkan al-Quran
Suatu ketika seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat utama Rasulullah. Ia mengeluh, “Wahai Ibnu Mas’ud, nasihatilah aku dan berilah obat bagi jiwaku yang gelisah ini. Hari-hariku penuh dengan perasaan tak tenteram, jiwaku gelisah, dan pikiranku kusut. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak," kata orang tersebut.
2. Menyayangi orang miskin
Rasulullah memerintahkan kepada muslim yang punya kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada orang miskin. Ternyata, sikap dermawan itu bisa mendatangkan ketenangan jiwa. Mengapa? Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa para malaikat selalu mendoakan orang-orang dermawan:
“Setiap pagi hari dua malaikat senantiasa mendampingi setiap orang. Salah satunya mengucapkan doa: Ya Allah! Berikanlah balasan kepada orang yang berinfak. Dan malaikat yang kedua pun berdoa: Ya Allah! Berikanlah kepada orang yang kikir itu kebinasaan."
Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang dermawan itu memperoleh dua balasan. Pertama, ia mendapatkan ganjaran atas apa yang diberikannya kepada orang lain. Kedua, mendapatkan limpahan ketenangan jiwa dan belas kasihan dari Allah.
3. Melihat orang yang di bawah, jangan lihat ke atas
Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah, meskipun tampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang yang kondisinya lebih rendah dari kita, baik dalam hal materi, kesehatan, rupa, pekerjaan dan pemikiran. Betapa banyak di dunia ini orang yang kurang beruntung. Rasa syukur itu selain mendatangkan ketenangan jiwa, juga ganjaran dari Allah.
4. Menjaga silaturahmi
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan jalinan hubungan yang baik dengan manusia lain. Berbagai kebutuhan hidup takkan mungin bisa diraih tanpa adanya bantuan dari orang lain. Karenannya, di dalam hadits Rasulullah diperintahkan untuk tetap menjalin silaturahmi, sekalipun terhadap orang yang melakukan permusuhan, Rasulullah juga pernah bersabda bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur dan mendatangkan rejeki. Hubungan yang baik di dalam keluarga, maupun dengan tetangga akan menciptakan ketenangan, kedamaian dan kemesraan. Hubungan yang baik itu juga akan sangat efektif untuk menanggulangi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
5. Banyak mengucapkan la hawla wa la quwwata illa billah.
Sumber ketenangan jiwa yang hakiki bersumber dari Allah SWT. Karena itu hendaklah kita selalu menghadirkan Allah SWT dalam segala situasi, baik dalam keadaan senang maupun susah. Keterikatan yang kuat dengan Allah SWT akan membuat jiwa seseorang menjadi kuat, tak mudah goncang dan diombang-ambingkan sesuatu. Sebab, bila kita lalai untuk mengingat Allah, maka membuka peluang bagi setan untuk mempengaruhi pikiran kita.
6. Mengatakan yang haq (benar) sekalipun pahit
Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan tergapai bila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat maksiat, kehidupannya diliputi kegelisahan.
7. Tidak ambil peduli terhadap celaan orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar karena Allah
Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah karena selalu mengikuti penilaian orang terhadap dirinya. Terombang ambing oleh sikap dan gaya hidup orang kebanyakan. Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang datang dari Allah (al-Islam). Betapa melelahkannya hidup ini bila segala hal yang ada di dunia ini kita ikuti.
8. Tidak mengemis kepada orang lain
"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadits rasulullah yang memotivasi setiap mukmin untuk hidup mandiri. Tidak tergantung dan meminta-minta kepacla orang lain. Sebab, orang, yang mandiri, jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang lemah. Hal ini tentu membuat batin tak nyaman.
9. Menjauhi Utang
Dalam sebuah hadits Rasulullah dengan tegas mengatakan: “Janganlah engkau jadikan dirimu ketakutan setelah merasakan keamanan!” (Para sahabat) bertanya: Bagaimana bisa terjadi seperti itu! Sabdanya: Karena utang.”
Begitulah kenyataanya. Orang yang berutang akan senantiasa dihantui ketakutan, karena ia dikejar-kejar untuk segera melunasinya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa. Rasulullah juga mengatakan: “Hendaklah kamu jauhi utang, karena utang itu menjadi beban pikiran di malam hari dan rasa rendah diri di siang hari."
10. Selalu berpikir positf
Mengapa seseorang mudah stress? Salah satu faktornya karena ia selalu diliputi pikiran-pikiran negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah berbagai kelebihan. Ubahlah pikiran negatif itu menjadi positif. Ubahlah ungkapan keluh kesah yang membuat muka cemberut, badan lemas dan frustasi dengan ungkapan senang. Ungkapan senang akan membuat ekspresi senyum dan jiwa menjadi semangat kembali. Bukankah di balik kesulitan dan kegagalan ada hikmah yang bisa jadi pelajaran? Dan bukankah dibalik kesulitan ada kemudahan?
KESIMPULAN
Konsep diri merupakan pandangan tentang dirinya sendiri yang menyangkut baik atau buruknya perilaku. Konsep diri dipengaruhi dan terbentuk oleh pola asuh, lingkungan, pengalaman masa kanak-kanak. Pada usia remaja cara pandang dan pola pikir anak sering kali berubah-ubah. Beberapa orang menyebut remaja adalah awal dari proses menuju dewasa. Pada tahap remaja ini konsep diri banyak dipengaruhi oleh teman sebaya dan orang yang dipujanya.
Konsep diri dibagi menjadi dua yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Seseorang yang mempunyai konsep diri negatif perlu dikhawatirkan karena mereka mempunyai cara pandang yang tidak biasa dalam menyikapi sesuatu. Adapun dampak-dampak dari pemikiran negatif kepada perilakunya seperti pemalu, menarik diri, pesimis, susah bersosialisasi, takut menghadapi orang baru, merasa rendah diri, merasa dikucilkan dan juga dapat berdampak parah seperti skizofernia.
Kehampaan hidup pernah dialami sebagian orang, tak khayal jika para remaja juga mempunyai pola pikir seperti itu. Merasa hampa dan kosong dalam jiwa dan hati manusia sebenarnya adalah tanda akan kurangnya ibadah kita dengan sang pencipta. Untuk meraih ketenangan jiwa ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti membaca dan mendengarkan al-Quran, menyayangi orang miskin, melihat orang yang di bawah, jangan lihat ke atas, menjaga silaturahmi, banyak mengucapkan la hawla wa la quwwata illa billah, mengatakan yang haq (benar) sekalipun pahit, tidak ambil peduli terhadap celaan orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar karena Allah, tidak mengemis kepada orang lain, menjauhi hutang, dan selalu berpikir positf



Daftar Pustaka
Elfiky, Ibrahim. 2010. Terapi Berpikir positif.Bandung:Gita Print
Rumini Sri dan Sundari Siti. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : Rineka Cipta
Sarwono, Sarlito wirawan . 2012. Psikologi Remaja. Jakarta : RajaGrafindo Persada
Rizal . 2010. Meraih Ketenangan Jiwa, Menghilangkan Kehampaan. [http://rizalaby.blogspot.co.id/2010/07/meraih-ketenangan-jiwa-menghilangkan.html?m=1 (diakses: Senin, 23 Mei 2016)]